Bangun peradaban Islamy


Bismillahirrahmanirrahim
وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتاً وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ -٦٨- ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاء لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ -٦٩-
(سورة النحل)
Menjadi seorang pemimpin memang tidaklah mudah. Pemimpin merupakan panutan bagi yang dipimpinnya, maka ia harus bisa menjadi Qudwah hasanah terhadap masyarakat yang ia pimpin. Ia harus punya inovasi dalam kepemimpinannya, supaya Negara yang ia pimpin berkembang dan maju. Pemimpin harus kreatif agar ketika ia mendapati masalah atau problem dalam kepemimpinannya, ia punya banyak solusi dan bisa menyelesaikan permasalahan Negara dengan baik. Ia juga harus giat bekerja, berjuang dan berusaha, untuk membuktikan bahwa ia memang layak untuk menjadi seorang pemimpin. Tetapi selain menjadi seorang pemimpin, sebenarnya ia adalah seorang hamba Allah, yang dalam totalitas kehidupannya ditujukan untuk beribadah kepada-Nya dan tiada lain selain Ia yang patut untuk disembah.


Waspadalah terhadap aliran sesat dan menyesatkan
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْراً مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْراً مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ -١١- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ -١٢-
(سورة الحجرات)
Sahabat nabi merupakan salah satu generasi terbaik karena merekalah assabiqunal-awwalin (orang-orang yang pertama memeluk Islam). Merekalah para mujahid fi sabililah yang memperjuangkan agama Islam, agama yang diturunkan Allah subhanahu wa ta’ala kepada nabi Muhammad Sallallahu alaihi wa sallam. Untuk seluruh ummat manusia.

Waspadalah terhadap aliran sesat dan menyesatkan


اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ -٦- صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ -٧- (سورة الفاتحة)
Dewasa ini, masyarakat perlu lebih serius memahami apa itu kesesatan. Mudahnya bahwa kesesatan itu merupakan kebalikan dari petunjuk atau huda. Ketika seseorang mengikuti jalan kesesatan maka petunjuk huda akan kebenaran secara perlahan menjauhinya, begitu juga sebaliknya ketika petunjuk huda akan kebenaran mendekatinya pasti kesesatan akan tersingkir darinya. maka dari itu kita sebagai seorang muslim harus cerdas dan bisa memilah mana yang sesat dan mana yang petunjuk huda.