Ilustrasi Efek Bullying
 

Bismillahirrahmanirrahim

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Mem-bully merupakan sebuah aktivitas yang sedang tenar saat ini. ialah kegiatan mengejek, menghina, mengumpat, mengolok- olok, menghardik orang lain. Hampir semua orang pasti pernah mengejek atau pernah menerima ejekan, dan terkadang ejekan tersebut membuat kita sakit hati atau galau, bahkan yang lebih parah malah ada yang sampai bunuh diri gara- gara di bully.

Golput Bukan Pilihan Yang Tepat


Subhanallah, sebentar lagi penduduk Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Umum. Pemilihan umum ini penting. Karena, lewat Pemilihan umum, kita akan menentukan siapa pemimpin Indonesia ke depannya. 


Pemimpin Sejati

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
سورة النساء: 58
Sebentar lagi kita semua masyarakat Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Umum dan pemilihan Presiden. Biasanya menjelang pemilihan seperti ini, kita semua akan dibingungkan, kepada siapa, suara kita berikan. Banyak yang gembar-gembor, jika saya terpilih, saya akan ini itu dan seterusnya. Sebenarnya, pemimpin seperti apa yang pantas mengemban tugas mulia ini?



Bank merupakan tempat untuk menyimpan aset harta kita. Bisa berupa uang, emas, surat berharga, dll. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah, ke bank mana kita menyimpan harta kita itu ? ke bank bank umum, Bank Perkreditan Rakyat, atau bank syariah. Mungkin, bisa jadi pertanyaan semacam itu terasa tidak penting bagi sebagian orang, akan tetapi tidak menutup kemungkinan, menjadi pertanyaan yang krusial bagi sebagian orang pula.


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً – سورة الأحزاب: ٥٩-

Dewasa ini modernitas begitu pesat, liberalisasi pemikiran juga semakin deras, maka tak ayal pola pikir dan pola hidup masyarakat baik secara disadari maupun tak disadari telah bergeser dari fitrahnya. Di dunia hiburan baik per-film-an, music, komedi, talk show, festival,  dll, mengumbar aurat sepertinya sudah bukan menjadi suatu hal yang tabu lagi, seolah-olah semuanya (laki-laki dan perempuan) berlomba-lomba dalam hal mempertontonkan auratnya. Tentunya kita sebagai seorang muslim yang mukmin tidak perlu dan tak sepatutnya mencontoh atau bahkan mengikuti perilaku yang semacam ini.