Tampilkan postingan dengan label Pemimpin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemimpin. Tampilkan semua postingan

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (سورة آل عمران: 26)

Manusia adalah pemimpin (Khalifah), derajat tersebut merupakan anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada makhluq-Nya. Oleh karenanya, dengan berpedoman kepada al-Qur`an dan al-Sunnah, mari kita laksanakan tugas yang mulia ini dengan menjalankan perintah- perintah Allah serta menjauhi larangan- larangan-Nya.

Alhamdulillah, nomor urut untuk Pilpres Indonesia sudah diumumkan, Pak Prabowo dan Pak Hatta nomor urut 1, sedangkan Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla dengan nomor urut 2. Anda berhak memilih siapapun diantara mereka pada pilpres mendatang, dan pilihlah yang menurut anda layak untuk dijadikan panutan atau qudwah hasanah dalam hal kepemimpinan. Sedikit penjelasan dari kami mengenai judul di atas. Sengaja kami menggabungkan dua motto kedua Capres dan Cawapres tersebut, ternyata setelah kami gabung, menjadi bentuk kalimat sempurna, yang Insya Allah, mungkin bisa memotovasi Indonesia ke depannya.
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ  (سورة النحل: 125)

 رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ»   (رواه مسلم)

"Ingatlah... ingatlah... ingat pesanku lagi; 'jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti atau dicacimaki asing, karena itu yang benar.


Golput Bukan Pilihan Yang Tepat


Subhanallah, sebentar lagi penduduk Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Umum. Pemilihan umum ini penting. Karena, lewat Pemilihan umum, kita akan menentukan siapa pemimpin Indonesia ke depannya. 

TVRI dari rakyat untuk kejayaan Bangsa

Di tengah persaingan dalam dunia penyiaran yang begitu ketat, sebuah stasiun penyiaran memang dituntut untuk selalu melakukan inovasi dan kreasi, usaha seperti ini tidak ada pengecualian bagi stasiun manapun, baik Lokal maupun tingkat Nasional dan Internasional.



Beberapa waktu yang lalu, terdengar kabar bahwa ada opsi penghapusan keterangan agama dalam kartu tanda pengenal, dalam hal ini adalah kartu tanda penduduk (KTP) Indonesia. Lantas bagaimana sikap kita sebagai orang yang beragama dan memiliki agama dalam menyikapi hal tersebut. Apakah kita menyetujui, atau menolak atau malah tidak mahu tahu akan hal ini ?

Bangun peradaban Islamy


Bismillahirrahmanirrahim
وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتاً وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ -٦٨- ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاء لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ -٦٩-
(سورة النحل)
Menjadi seorang pemimpin memang tidaklah mudah. Pemimpin merupakan panutan bagi yang dipimpinnya, maka ia harus bisa menjadi Qudwah hasanah terhadap masyarakat yang ia pimpin. Ia harus punya inovasi dalam kepemimpinannya, supaya Negara yang ia pimpin berkembang dan maju. Pemimpin harus kreatif agar ketika ia mendapati masalah atau problem dalam kepemimpinannya, ia punya banyak solusi dan bisa menyelesaikan permasalahan Negara dengan baik. Ia juga harus giat bekerja, berjuang dan berusaha, untuk membuktikan bahwa ia memang layak untuk menjadi seorang pemimpin. Tetapi selain menjadi seorang pemimpin, sebenarnya ia adalah seorang hamba Allah, yang dalam totalitas kehidupannya ditujukan untuk beribadah kepada-Nya dan tiada lain selain Ia yang patut untuk disembah.



Bismillahirrahmanirrahim
يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ # قُمْ فَأَنذِرْ # وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ # وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ # وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ # (سورة المدثر: ١ – ٥ )
Jabatan merupakan sebuah pengabdian, amanah, anugerah dan juga sebuah ujian bagi seseorang. Menunaikan dengan baik apa tidak amanah tersebut pastinya akan dinilai. Mensyukuri apa tidak atas jabatan yang diterima tentunya akan diperhitungkan. Sanggup apa tidak melaksanakan kewajiban itu, merupakan konsekuensi dari pada sebuah kedudukan. Jadi dalam jabatan bisa kita katakan ada raportnya.  Itulah takdir yang akan menentukan nasib seseorang apakah manusia itu mendapat raport baik atau raport buruk dalam mengemban tugasnya di dunia ini.



Bismillahirrahmanirrahiim
إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤدُّواْ الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُواْ بِالْعَدْلِ إِنَّ اللّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ إِنَّ اللّهَ كَانَ سَمِيعاً بَصِيراً ( سورة النساء -٥٨- )
Kesadaran merupakan kondisi di mana seseorang mengerti akan norma-norma, nilai-nilai, perilaku, perangai, dan akhlaq yang terdapat dalam dirinya. Kesadaran berarti seseorang mengetahui bahwa sesuatu itu baik atau buruk, kesadaran ialah kebalikan dari kelalaian, jika seseorang sadar maka ia telah berbuat adil namun jika ia telah lalai berarti ia sudah melakukan kedzoliman.


Bismillahirrahmanirrahim
إنا لله وإنا إليه راجعون
Mungkin kalimat itulah yang sekiranya tepat untuk diucapkkan bagi kita ummat Islam di seluruh penjuru belahan dunia. mengapa demikian ? karena di mana- mana telah terjadi kerusuhan, adu domba, kambing hitam, peperangan, pembantaian, kongkalikong, konspirasi, kudeta, dan kejahatan-kejahatan lainnya.

Kemenangan Ganda

Bismillahirrahmanirrahim

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا -- وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا –- (سورة الشمس: ٩- ١٠)

Alhamdulillah sebentar lagi kita semua ummat Muslim se-Dunia akan mencapai hari kemenangan yaitu hari raya idul fitri, begitu juga dengan Negara Indonesia yang setelah itu juga bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan 17 agustus. Lantas apa yang perlu kita ketahui lebih mendalam tentang hari kemenangan atau hari kemerdekaan ini?


Bismillahirrahmanirrahim

سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : " من رأى منكم منكرا فليغيره بيده ، فإن لم يستطع فبلسانه ، فإن لم يستطع فبقلبه ، وذلك أضعف الإيمان " (رواه مسلم) 
 .
Di zaman yang semakin kuat dengan jargon Hak Asasi Manusia ini,  manusia secara tidak sadar di ajak untuk lepas dari Haq-nya sebagai manusia, ia semakin jauh dari Tuhan-Nya, semakin sekuler dan keluar dari jalurnya sebagai manusia yang selalu beribadah kepada-Nya. Mengapa demikian?


Bismillahirrahmanirrahim
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ – سورة آل عمران:١١٠ -

Siapa sebenarnya umat yang terbaik? Apakah mereka yang mengobarkan peperangan bisa dikatakan ummat yang terbaik, atau mereka yang sukanya mengadu domba sesama saudaranya bisa dikatakan seperti itu juga, ataukah ummat terbaik itu diukur berdasarkan golongan darah, ras, warna kulit, tinggi badan, ketampanan, kecantikan, uang banyak, dan peradaban yang dipenuhi tekhnologi mutakhir, apakah itu semua kriteria ummat terbaik.


Bismillahirrahmanirrahim
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللّهَ وَلْيَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً
-سورة النساء:٩-
dewasa ini sosok seorang pemimpin sangatlah dibutuhkan, memimpin tidak hanya pada lini kehidupan sosial dan kemanusiaan saja. Humanis ataupun manusiawi hanyalah terhenti pada tataran duniawi saja. Dan Islam lebih dari sekedar itu.


Bismillahirrahmanirrahim

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
(سورة الحخرات: ٦)
Dewasa ini, banyak berita palsu (khabar kadzib) yang memberitakan tentang keadaan atau sebuah kejadian dimasyarakat. Fakta diputar balikkan, kebenaran dimanipulasi, yang baik dicitrakan buruk, yang bathil dikatakan baik. Sebagai seorang pemimpin harus mengingatkan, menunjukkan, mengarahkan kejalan yang benar dan masyarakat haruslah cerdas dalam menilai persoalan ini.


Bismillahirrahmanirrahim

...وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
–سورة المائدة: ٢-
Dewasa ini, para pemimpin dituntut untuk lebih mampu mengegakkan kebenaran, menegakkan kebenaran bukan hanya ingin dilihat oleh manusia semata. Melainkan karena untuk beribadah kepada-Nya, amat naïf sekali jika hal yang kita perbuat ini hanya berdimensi kemanusiaan (humanism) atau Insaniyah­ saja.



Bismillahirrahmanirrahim

إن العلماء ورثة الأنبياء، إن الأنبياء لم يورثوا ديناراً ولا درهماً إنما ورثوا العلم فمن أخذه أخذ بحظ وافر

Kemajuan zaman ini, sebenarnya tidak lepas daripada kontribusi para ulama dan ilmuan yang berusaha dengan segala kemampuan, mengoptimalkan potensi yang ada pada dirinya. Merekalah yang tahu akan mahalnya dan berharganya sebuah ilmu.

Bismillahirrahmanirrahim

وَقُلْ جَاء الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقاً (سورة الإسراء:٨١)

Kalau kita melemah, yang lain akan menguat. Tetapi jika kita menguat, maka yang lain akan melemah. Sebagai sebuah bangsa dan peradaban pastinya stetemen ini bukan sekedar kata- kata biasa, melainkan sebuah pandangan hidup yang sanggup merubah paradigm, perilaku dan pola pikir sebuah bangsa.

 Pemimpin Masa Depan

Bismillahirrahmanirrahim

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ – سورة ص: ٢٦-

Dizaman sekarang ini, sosok seorang pemimpin yang sanggup memimpin ummat dengan hikmah sangatlah dibutuhkan. Karena ternyata beberapa pemimpin dewasa ini telah kehilangan identitas dirinya sebagai manusia yang diutus dibumi, sehingga secara sadar ataupun tidak sadar ternyata sudah mendlolimi makhluq lain yang ada disekitarnya. Fungsi dan hikmah sebagai kholifah fi al-Ardli sepertinya terlupakan begitu saja.